REKONSTRUKSI SEJARAH INDONESIA- ZAMAN HINDU

ad2. Ye-tiao
Nama ini berasal dari tarikh Tiongkok,yang menggambarkan bahwa pada tahun 132 Raja Ye-tiao bernama Tiao-pien mengirim utusan ke tiongkok dan Raja itu menerima hadiah kehormatan.
Tidak dapat disangkal,bahwa Ye-Tiao itu adalah Yavadvipa dan Tiao-pien ialah Devavarman ,tetapi Ye-Tiao itu bukanlah Jawa sekarang,sebab pada tahun132 itu belum ada hubungan dagang yang ramai, apalagi dengan Jawa, baru pada abad ke dua hubungan perdagangan antara India dengan Tiongkok mulai ramai dan padat. Ini diketahui dari berita Mesir dan Yunani pada tahun 160 . dan Jawa ketika itu belum diketemukan pengaruh Hindu, olehkarena itu tidak masuk akal kalau di Jawa sudah ada kerajaan Hindu di Jawa. Dengan demikian Orang di Jawa belum menganut Agama Hindu karenah pengaruh hindu belum masuk ke JAwa . Jadi Pastilah Bahwa kerajaan “Ye-Tiao “ itu bukan di pulau Jawa melainkan dikontinen India dan Tiongkok.

Ad3. labadio


PETA PTOLEMAEUS

Nama ini bisa kita temukan pada buku karangan Claudius Ptolemaeus, ahli ilmu falak Iskandariah. Yang diterjemahkan dalam bahasa Inggeris “The Great System”, sedang orang Arab menyebut “Almagest” dan diterbitkan di Iskandaria sekitar tahun 160. Bahan-bahan yang digunakan dalam menyusun buku tersebut adalah dari pedagang-pedagang Mesir Junani, dimana pada pertengahan abad ke 2 sudah berlayar sampai ujung selatan India. Sedang pedagang-pedagang Mesir-Yunani mengenal Labadio dari pedagang-India . Dalam Buku Ptolemaeus itu dikatakan bahwa Labadio adalah negeri yang subur,menghasilkan Emas dan mempunyai sebuah kota dagang bernama Argyre (kota Perak) diujung barat.. Selanjutnya Ptolemaeus menyebutkan uruturutan negeri sebagai berikut: Crysè, Chersonesos, Sabadebai, Labadiou atau Sabadiou, Barousai, Satyroi dan Maniola
Labadiou memang identik dengan Yavadvipa (juga Sabadebai, Sabadiou,), tetapi Yavadvipa yang dimaksud bukanlah Jawa sekarang. Ptolemous juga mengatakan bahwa Labadio itu adalah suatu “Chersonesos”(Zajirah/semenanjung). Kota Argyre adalah Ligor, karena kota tua itu terletak tepat ditanah genting(isthmus) Kra dan tepat pula diujung barat, selain itu daerah terutara dari semenanjung oleh Ptolemaeus juga menyebut “Argentea Regio” (daerah perak) dan menurut penyelidikan Geologis memang negeri itu merupakan daerah Perak yang sangat tua.

Jadi Nama-nama negeri yang ada dalam buku Ptolemaeus tersebut adalah nama negeri yang terletak pada jalan dagang antara India dan Tiongkok.”Crysè, Chersonesos” (Semenanjung emas) adalah kerajaan Prome, yang didirikan oleh Abhi Raja (Maha Thambawa) dan kemudian terkenal dengan nama kerajaan FOU-NAN (Fu-nan) yang berarti negeri selatan. Sabadebai, adalah kerajaan sajanalaja yang didirikan oleh Raja Parama (Tiao-Pien,Devavarman) yang kemudian dikenal dengan nama kerajaan Langkasuka , mula-mula didaerah muara sungai Menam di Siam. Sedang Barousai, adalah Kerajaan Barus di Sumatera Utara , Kapur barus merupakan hasil Utama negeri itu membuat negeri itu terkenal di mana-mana.Dalam berita Tiongkok kemudian kerajaan itudisebut Po-Lo-She atau Lang-pó-lou-sseu (negeri barus), sedang hasilnya disebut “ku-pu-po-lu”. Didalam dongeng India “Kathasaritsagara” (atau Katha sari sagara) disebut “Karpuradvipa” (pulau kapur). Maniola adalah Pilipina sekarang merupakan Bandar dagang yang penting ketika itu, dan letaknya pun lintasan dagang India Tiongkok, dan disana Kapal-kal ditambatkan di opask-pasak besi , dan hasilnya adalah tali-tali dari sisal sebagai bahan tali temali kapal. Satyroi bidsa saja Kalimantan atau Sulawesi bisa saja adalah transkripsidari Strirajya (kerajaan wanita), bisa juga Transkripsi dari Çrivijaya sebab di Camboja ada tempat yang bernama Bin-dinh (ajaan Kamboja untuk Vijaya). Dengan demikian jelaslah bahwa Jawa pada akhir abad ke 2 belum menjadi daerah perdagangan bangsa India.Dan kenyataan Labadiou terletak di semenanjung.

Bersambung…4