4- Ye-p’o-ti

Nama ini berasal dari Fa- Hien seorang pendeta Budha Hinayana bangsa Tionghoa. Padatahun 414 Fa-Hien dalam perjalanannya pulang dari Sailan menuju Tiongkok Dia menumpang kapal dagang yang berisis 200 orang.

Hanya 2 hari kapal tersebut mennuju kearah yang benar,sedangkan selama 13 hari mendapat serangan taufan hingga kapal mengalami kebocoran dan diperbaiki disebuah pulau setelah dapat diperbaiki maka berangkat kembali dalam kondisi cuaca masih buruk hingga kapal berlayar sesuai dengan kondisi angin (hembusan angin) Setelah cuaca kembali baik baru dapat mengarahkan kapal kearah yang benar hingga Fa-Hien sampai di Ye-p’o-ti.

Fa-Hien menunggu 5 bulan di Ye-p’o-ti sampai ada kapal yang akan membawanya karena kapal yang dinaikinya dari sailan mengalami kerusakan. Akhirnya ada kapal yang membawa dia yang besar kapal sama dengan kapal yang dinaikinya dari sailan tadi, dengan memiliki anak kapal kebanyakan berkebangsaan India. Dari Ye-p’o-ti kapal tersebut langsung menuju arah Timur Laut dalam waktu sebulan sampailah Fa-Hien di Kanton

 images_062

Dilihat dari sudut geografi,tidak mungkin kapal yang baru 2 hari saja meninggalkan sailan lalu diserang Taufan dapat darat si sekitar pulau JAwa, sebab selain jaraknya masih lebih 2000 km,juga arah sailan, Jawa berada di Barat Laut-tenggara dan dalam musim apapun tidak ada angin yang dapat melintasi Khatulistiwa dengan lurus.Kemungkinan besar kapal Fa-Hien diamuk taufan barat daya dan terhalau masuk teluk banggala .Boleh jadi pulau  dimana kapalnya diperbaiki termasuk pulau Andaman atau Nikobar, dan dari sanalah mereka menuju Ye-p’o-ti dan perlu diketahui bahwa kapal Fa-Hien bukan lah kapal khusus Ekspedisi mencari negeri baru seperti kapal Colombus, Kapal Fa-Hien adalah Kapal dagang tentunya sudah biasa melalui route tersebut.

Fa-Hienjuga mengatakan, bahwa selama 5 bulan  di Ye-p’o-ti hampir tidak pernah menemui orang-orang Budha (pada saat itu Agama Budha Sudah cukup luas sebarannya), sebaliknya dinegeri itu hanya terdapat orang-orang Brahmana dan Orang-orang did’ah (Pacupata,Civa, ketterse brahmanen).

Berita Fa-Hien itu justru menunjukkan bahwa dia sampai disuatu kerajaan hindu, yang dimaksud dengan orang-orang Bid’ah tersebut adalah orang Parsi yang membiarkan mayat mayatnya dimakan habis olh burung-burung Gagak, sebab menurut catatan dinasti Leang (502-556) di negeri itu terdapat 400 keluarga Parsi

Bila ditinjau akhir perjalanan Fa-Hien itu, andaikan Ye-p’o-ti itu adalah  di-Jawa,  sedang kapal Fa-Hien lurus menuju ke timur laut, maka kapal itu akan menubruk pulau Kalimantan dan tidak mungkin dapat mencapai Kanton dalam waktu sebulan. Jadi jelaslah bahwa Ye-p’o-ti itu bukanlah Jawa, melainkan Malaka (selatan)

bersambung……………(5)