Serangan yang bertubi-tubi Belanda terhadap Sisingamangaraja XII dengan pasukannya membuat beliau mengundurkan diri ke HutaPaung kemudian ke Lintong (1883), yang kemudian Sisingamangaraja XII bergabung dengan Raja Lintong yakni Ompu Raja Doli Situmorang yang berasal dari keluarga Situmorang Lintong. Semula rombongan  Sisingamangaraja XII tinggal di Lumban Sisonak yaitu kampung dari Ompu Raja Doli atau Raja Lintong, lama kelamaan banyak keluarga yang bergabung dengan Sisingamangaraja XII akhirnya beliau memilih pindah beserta pengikutnya ke Lumban Partungkoan kurang lebih 100 meter dari Lumban Sisonak.

Pada saat situasi memungkinkan  Sisingamangaraja XII bercerita kepada Ompu Raja Doli Situmorang  tentang perlawananya bersama  rakyat menghadapi Belanda di wilayah Silindung (1878) dan di Toba (1883) yang akan menguasai tanah Batak. Akhirnya Ompu Raja Doli Situmorang  sepakat dengan Sisingamangaraja XII untuk melawan Belanda dengan menggunakan taktik perang gerilya dari hutan hutan disekitar Lintong

Belanda akhirnya mengetahui bahwa Sisingamangaraja XII berada di Lintong berkat laporan penghianat-penghianat bangsa , yang kemudian Belanda mempersiapkan pasukannya untuk menyerang dan menangkap Sisingamangaraja di wilayah Lintong.

Ompu Raja Doli Situmorang memerintahkan anak-anaknya mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pasukan Belanda, putranya yang bernama RO.Sodunggaron menggerakkan rakyat Lintong dan mengurus perbekalan bersama anaknya yang bernama Abdajonggur, sedangkan anaknya yang bernama Ompu Babiat mengatur pasukan dan memimpin pertempuran melawan Belanda, Pertempuran pertama di Lintong adalah pada tahun 1889.

Meskipun Belanda melakukan taktik bumi hangus namun RO dan Ompu Babiat tidak mengurangi daya juangnya malah sebaliknya semangat juang  Keturunan Ompu Raja Doli Situmorang alias Raja Lintong beserta rakyatnya  melawan Belanda membuat Belanda akhirnya mundur dari Lintong dan mengurangi tekanan pada pasukan Ompu Raja Doli Situmorang untuk sementara waktu. Hal ini disadari Ompu Raja Doli Situmorang bahwa Belanda pasti akan kembali menyerang mereka.

https://i0.wp.com/sipituama.com/wp-content/uploads/2012/12/sitorjaap31.jpg

Sisingamangaraja XII mempersiapkan pangkalan atau markasnya di Pearaja-Dairi kurang lebih 20 km dari Lintong dengan pertimbangan demi strategi perjuangan, daerah yang dipilih tepat berada dijalan lintong – Barus. Benar apa yang diperhitungkan Ompu Raja Doli Situmorang, Belanda kembali menyerang dengan maksud akan menangkap Ompu Raja Doli Situmorang dan keluarganya, namun Ompu Raja Doli Situmorang dengan keluarganya berhasil menghindar dengan masuk kedalam hutan Lintong.Dan setiap Belanda menyerang mereka akan menangkap dan menyiksa para penduduk disamping Belanda membakar habis rumah penduduk sebagai hukuman atas perlawanan mereka (1889,1904 dan 1907)

Segala cara diupayakan Belanda  membujuk Ompu Raja Doli Situmorang untuk menyerah melalui utusan Belanda (bangsa batak)  namun tidak pernah dihiraukan.Pada suatu saat datang utusan belanda menemui Ompu Raja Doli Situmorang dan keluarga dengan tujuan membujuknya  menyerah pada belanda ,tetapi tentara Belanda sudah memasuki Lintong untuk menangkap Ompu Raja Doli Situmorang dan keluarganya, tetapi beliau  mengetahui dan mereka segera  menghindar ke hutan Lintong dengan taktik gerilya. Ompu Raja Doli Situmorang mengetahui bahwa Belanda tidak pernah berniat baik untuk memperlakukan putra tanah batak.

Selama bergerilya Ompu Raja Doli Situmorang menerima bantuan dari beberapa orang yang simpatik akan perjuangannya seperti:

  1. Ompu Badingin Sagala dari Lumban Sagala, Harianboho
  2. Aman Sanggam Sihotang dari aek tumpahan,Harianboho
  3. Ompu Saborang dari Sidikkabor,Parbuluan
  4. Ampanggapang Situmorang dari Parbuluan
  5. Ompu Sailoan Sinaga dari Sosor Dolok,Harianboho
  6. Ompu Raja Naro Sinagadari Sosor dolok,Harianboho
  7. Ompu Batuan Sinaga dari Sosor dolok,Harianboho
  8. Ompu Biung Sinaga dari Sosor dolok,Harianboho
  9. Ompu Banua Sagala dari sagala
  10. Ompu Somba dari Sagala
  11. Ompu Djundjungan  Sinaga dari Baniara, dll

Ompu Raja Sihotang dari Huta Galung datang ke Limbong untuk bergabung dengan Ompu Babiat Situmorang melawan Belanda, anak-anaknyapun diikut sertakan seperti OR.Ingul,Aman Tumais dan Ampardjou sihotang untuk bergerilya hingga tahun 1907. Ompu Sailoan Sinaga, Ompu Raja Naro Sinaga, Ompu Batuan Sinaga,Ompu Biung Sinaga dari Sosor dolok, Harianboho  (ipar dari RO. Sodunggaron Situmorang) terkadang mengirimkan beberap orang untuk membantu perlawanan tersebut,anak-anak RO Sodunggaron sewaktu-waktu dapat diungsikan ke kampong Ompu Sailoan untuk menghindari penangkapan oleh Belanda. Ompu BAnua Sagala dan ompu Somba Sagala dari negeri Sagala juga mengirimkan bantuan tenaga. Apabila situasi genting maka anak-anak  dari Lintong dijemput dan diungsikan ke Lumban Sagala dan disembunyikan oleh OmpuBanua dan ompu Somba (ipar Ompu Babiat)

bersambung…………………………..