Archive for September 8th, 2015

Teuku Markam Penyumbang Emas Tugu Monas

Monumen Nasional ( Monas ) setinggi 132 meter yang terletak di Lapangan Medan Merdeka Jakarta Pusat adalah merupakan salah satu lambang kebanggaan Indonesia. Tugu Monas yang di pucuknya menjulang dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala – nyala.

www.belantaraindonesia.org

Emas yang dipasang di Tugu Monas seberat 38 kg emas. Terdapat berbagai versi tentang emas di puncak Monas tersebut. Ada yang menyebutkan, emas seberat 28 kg itu adalah sumbangan dariTeuku Markam, seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Namun, tak ada catatan resmi tentang penyumbang emas itu. Ceritanya pun menjadi simpang siur. Sejarawan juga tak tahu menahu tentang kisah emas di puncak Monas. Kisah tentang Teuku Markamsumbernya dari cerita mulut ke mulut. Meski ada sebagian orang yang menyakini kebenaran cerita itu.

Konon ceritanya, dari berbagai sumber, disebutkan Teuku Markam adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya, Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakaknya yang bernama Cut Nyak Putroe.

Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat ( SR ). Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh.

Sebagai prajurit penghubung, ia diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diembannya sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

www.belantaraindonesia.org
Teuku Markam

Tahun 1957, Teuku Markam berpangkat kapten. Ia kembali ke Banda Aceh dan mendirikan sebuah lembaga usaha yang bernama PT Karkam. Perusahaan ini dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Ia berhenti menjadi tentara, kemudia ia melanjutkan karirnya dengan menggeluti usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.

Ia juga bisnis ekspor – impor, antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Dephankam dan Presiden. Ia mendukung pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf. Ia juga menyukseskan KTT Asia Afrika.

Ia termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno. Berkat bantuan para konglomerat itulah KTT Asia Afrika berhasil memerdekakan negara-negara yang ada di Asia dan Afrika.

Namun, sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tak ada artinya di mata pemerintahan Soeharto. Dengan sepihak ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan penganut Soekarnoisme. Akibat tuduhan itu, ia dipenjarakan pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa melalui proses pengadilan.

Pertama – tama ia dimasukkan ke tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur. Selanjutnya ia dipindah ke penjara Salemba di jalan Percetakan Negara. Tak lama ia dipindahkan lagi ke tahanan Cipinang, lalu terakhir ia dipindah lagi ke tahanan Nirbaya di Pondok Gede Jakarta Timur. Pada tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama kurang lebih dua tahun.

Pemerintah Orde Baru juga merampas hak milik PT. Karkam dan mengubahnya menjadi atas nama pemerintah. Teuku Markam hidup sengsara di hari tuanya. Ahli warisnya juga hidup terlunta – lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tak pernah direhabilitasi.

Anak – anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya dan memanfaatkan bekas koneksi – koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak – hak orang tuanya.

Yang Tidak Banyak Diketahui Tentang R.M.S Titanic

Pada Minggu 14 April 1912 pukul 23.40 R.M.S Titanic menabrak gunung es. Akhirnya 2 jam 40 menit kemudian pada Senin, 15 April 1912, 2.20 AM kapal pesiar mewah milik perusahaan The White Star Line, Royal Mail Steamer ( R.M.S ) Titanic yang diklaim oleh pembuatnya mustahil tenggelam lenyap ditelan gelapnya malam dan dinginnya laut perairan Samudera Atlantik Utara. Lebih dari 1.500 jiwa tewas dalam tragedi ini.

www.belantaraindonesia.org

Dan pada 15 April 2012 adalah peringatan seabad tenggelamnya kapal terbesar dan legendaris yang pernah dibuat oleh manusia. Masih banyak orang yang penasaran seperti apakah sosok R.M.S Titanic sesungguhnya dan bagaimana nasibnya setelah “terkubur” selama 102 tahun di samudera yang dalam, gelap, dan dingin?

www.belantaraindonesia.org
Kapal tunda memandu Titanic meminggalkan Pelabuhan Southampton, Inggris, Rabu 10 April 1912
www.belantaraindonesia.org
Dua bilah baling-baling menyeruak di bagian buritan Titanic di dasar laut, 600 meter di selatan haluan
www.belantaraindonesia.org
Betapa besarnya baling-baling Titanic, para pekerja yang membuatnya terlihat kerdil seperti kurcaci
www.belantaraindonesia.org
Bagian haluan R.M.S Titanic 

www.belantaraindonesia.org
www.belantaraindonesia.org

 Kemudi ini tidak mampu menyelamatkan bagian lambung Titanic dari “codet” besar akibat “garukan” gunung es

www.belantaraindonesia.org

Lorong kelas I RMS Titanic, gambar diambil di galangan kapal di Belfast tempat Titanic dibuat

www.belantaraindonesia.org

 Lorong kelas I RMS Titanic kini di dasar laut

www.belantaraindonesia.org

 Tiang untuk sekoci

www.belantaraindonesia.org

 The Grand Staircase: Interior “kubah” ( asli ) dalam R.M.S Titanic yang hanya diperuntukkan bagi penumpang kelas satu. Interior yang kita lihat pada film nya didesain mengikuti yang terlihat pada foto asli ini. Foto ini diambil sehari sebelum pelayaran perdana sekaligus yang terakhir bagi Titanic.

www.belantaraindonesia.org

 Reruntuhan tempat mandi spa ala Turki di R.M.S Titanic

www.belantaraindonesia.org

 Interior kabin kelas satu yang ditempati pemilik toko Macy’s. Isidor Strauss dan istrinya, Ida yang tewas. Sebuah jam berlapis emas milik mereka masih utuh diatas perapian.

www.belantaraindonesia.org

 Bagian lain interior kabin penumpang kelas I di Titanic

www.belantaraindonesia.org

 Dua mesin Titanic setinggi empat lantai yang terlihat pada bagian buritan yang hancur.

www.belantaraindonesia.org

 Pengerek jangkar Titanic

www.belantaraindonesia.org

 Jangkar raksasa ini beratnya 15 ton tergantung di bagian kiri kapal dan tidak sempat digunakan.
Jangkar yang di lambung kanan sempat digunakan saat transit di Pelabuhan Cherbourg, Perancis

www.belantaraindonesia.org

 Pistol untuk sinyal suar yang ditemukan di reruntuhan Titanic

www.belantaraindonesia.org

 Boarding Pass ( asli ) R.M.S Titanic milik seorang penumpang yang selamat

www.belantaraindonesia.org

Tenggelamnya R.M.S Titanic menjadi headline surat kabar Amerika Serikat pada Selasa, 16 April 1912

www.belantaraindonesia.org

 John Jacob Astor ( kiri ), pencetus kelahiran Titanic. Dia termasuk dalam ribuan korban Titanic yang tewas

www.belantaraindonesia.org
www.belantaraindonesia.org

 Kapten RMS Titanic Edward J. Smith yang tewas dalam pelayaran terakhirnya sebelum pensiun, dan patung untuk mengenangnya di Beacon Bark, Lichfield, Inggris

Tepat 100 tahun sejak malapetaka ini, pada tanggal 14 April 2012, R.M.S Titanic yang terkubur lebih dari 4 kilometer di dasar Samudera Atlantik Utara ditetapkan sebagai “Situs Pusaka Budaya Bawah laut” oleh UNESCO